Tren Investasi Saham di Kalangan Milenial

Mengelola keuangan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Bila tidak hati-hati atau salah dalam mengelola, uang bisa habis sebelum akhir bulan. Penting untuk memiliki pengetahuan perencanaan keuangan. Perencana keuangan dari OneShildt, Budi Raharjo CFP mengatakan pada umumnya keuangan dibagi menjadi beberapa pos pengeluaran diantaranya yaitu pos pengeluaran untuk kebutuhan hidup, tabungan, investasi, cicilan utang, dan asuransi.

Jika pos pengeluaran untuk kebutuhan hidup sudah terkendali, maka perlu untuk memiliki tabungan dan investasi demi masa depan. Memiliki tabungan atau menabung berbeda dengan investasi. Menabung merupakan kegiatan menyimpan uang di bank atau institusi lainnya yang bisa dicairkan kapan pun, sedangkan investasi merupakan kegiatan mengembangkan uang atau aset lain agar dapat memberikan keuntungan di masa mendatang untuk mencapai tujuan tertentu.

Perbedaan Menabung dan Investasi

Salah satu hal yang membedakan antara menabung dan investasi yaitu faktor risikonya. Menabung memiliki resiko rendah karena biasanya tabungan di bank sudah dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga tidak khawatir uang yang ditabung hilang jika bank mengalami masalah. Sedangkan investasi memiliki resiko lebih tinggi karena bisa saja uang awal yang diinvestasikan, tidak bertambah bahkan bisa merugi.

Beberapa jenis investasi antara lain saham, sukuk, reksa dana, deposito, obligasi, asuransi, pembelian tanah, emas dan perhiasan, sampai menjalankan bisnis. Beberapa jenis tabungan yaitu tabungan konvensional, tabungan haji, tabungan berjangka, tabungan anak, tabungan pendidikan sampai tabungan giro.

Manfaat Investasi

Demi meningkatkan dana untuk masa depan, investasi perlu dilakukan selain menabung. Dikutip dari Kompas Money, ada beberapa manfaat investasi, diantaranya yaitu :

  1. Kebebasan finansial
    Investasi dapat memberikan penghasilan pasif (passive income) untuk memenuhi kebutuhan hidup jangka panjang, oleh karena itu disebut kebebasan finansial.
  2. Melindungi aset dari inflasi
    Setiap tahun, inflasi terjadi terus menerus dan hal tersebut dapat mengakibatkan nilai aset berkurang. Untuk melindungi aset dari inflasi, melakukan investasi penting karena selain aset dapat berkembang juga bisa meminimalkan gerusan inflasi.
  3. Meningkatkan kekayaan
    Hasil investasi yang berkembang tiap tahun, dapat meningkatkan kekayaan yang dimiliki dan jumlah aset.
  4. Menghindari Utang
    Orang – orang yang berinvestasi, biasanya akan menghindari utang karena mereka berkomitmen untuk hidup hemat dan dananya dialihkan untuk investasi demi memperbaiki keadaan keuangannya di masa mendatang.

Salah satu investasi yang saat ini sedang tren adalah investasi saham. Berdasarkan Laporan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per September 2021, jumlah investor pasar modal naik 65,73% dibandingkan pada tahun 2020 menjadi 6.431.444 investor. 

Milenial dan Gen Z, Jumlah Investor Terbesar di Pasar Modal

Sejak pandemi, jumlah investor pasar modal semakin bertambah. Mereka tertarik pada investasi saham karena investasi saham akan membuat aset dan kekayaan meningkat serta dapat meningkatkan kesejahteraan, terlebih lagi akibat pandemi yang banyak menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Berdasarkan Laporan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per September 2021, generasi milenial dan Z mendominasi jumlah investor pasar modal. Sekitar 80,77% merupakan milenial dan gen Z. Menurut Komisaris BEI Pandu Sjahrir di acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) IX 2021, Kamis (7/10) lalu, ada beberapa faktor yang membuat generasi milenial dan Z mau berinvestasi, diantaranya yaitu :

  1. Berubahnya minat generasi milenial dan Z dari yang tadinya konsumtif menjadi lebih produktif, salah satunya berinvestasi.
  2. Saat ini banyak bermunculan perusahaan fintech dan marketplace seperti Stockbit, Bibit, Ajaib, Pluang, dan lain-lain yang memperjualbelikan berbagai produk investasi seperti saham, reksadana, emas, dan lain-lain. Sehingga investor muda semakin mudah ketika ingin membeli sebuah instrumen investasi.
  3. Pengguna internet dan melek teknologi di Indonesia semakin meningkat. Seperti yang diulas pada artikel mobile banking, gaya hidup baru kaum milenial dan Z.
  4. Semakin banyak masuknya investor global ke perusahaan-perusahaan di Indonesia mendorong perusahaan tersebut untuk melantai di bursa, sehingga pilihan investasi saham pun semakin beragam. Salah satu perusahaan tersebut yaitu Bukalapak yang belum lama ini melantai di bursa.

Hal ini menjadi tantangan juga untuk memberikan edukasi kepada investor muda bahwa investasi terutama di pasar modal, jangan mengikuti kata orang. Investasi perlu analisis yang komprehensif agar mendapatkan hasil finansial jangka panjang. Pengetahuan dan pemahaman terkait bursa saham sangat penting sehingga para investor lebih mengetahui untung rugi dalam melakukan investasi saham.