5 Kesalahan Fatal Saat Transaksi Memakai Mobile Banking

Transaksi dengan menggunakan mobile banking memang sangatlah mudah. Walaupun begitu, kesalahan penggunaannya bisa saja terjadi. Tentunya kesalahan tersebut bisa sangat merugikan. Oleh sebab itu kesalahan-kesalahan tersebut harus dihindari.

Simak kesalahan apa saja yang sering terjadi dalam penggunaan mobile banking berikut supaya kalian terhindar dari kesalahan tersebut ya. Apalagi jika kesalahan tersebut bersifat fatal. Bisa-bisa menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar.

Kesalahan Umum dan Fatal saat Pakai Mobile Banking

Melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Namun kita harus menghindari kesalahan dalam menggunakan mobile banking agar tidak mengalami kerugian finansial. Beberapa kesalahan yang biasa terjadi saat menggunakan mobile banking tersebut antara lain:

  • Mencatat Kode Akses Mobile Banking Secara Jelas


    Agar tidak lupa, banyak orang yang mencatat kode akses mobile banking dan menyimpannya di dompet. Hal ini merupakan kesalahan dan sangat berbahaya ketika ada orang lain yang menemukan kode akses mobile banking kalian.

    Jika memang ingin mencatat kode akses mobile banking, buatlah kode yang sekedar mengingatkan kalian akan kode akses tersebut. Sebagai contoh, jika pin proses transaksi kalian adalah 245597, maka kalian bisa mencatatnya menjadi 14124501597555.

    Atau bisa juga mencatatnya dengan mengurangi setiap angka dengan nilai 1,2, atau 3 sehingga catatan pin menjadi 134486, 023375, atau 912264.
  • Tidak Memeriksa Kembali Nominal Transaksi

    Saat mengirimkan uang, banyak pengguna mobile banking yang tidak melihat kembali dan tidak memeriksa teliti jumlah uang yang hendak ditransfer. Akibatnya kesalahan terjadi. Biasanya mengirimkan uang dengan kelebihan 1 digit. Jadi semisal uang yang hendak ditransfer adalah 1,5 juta, yang tertransfer justru 15 juta rupiah.

    Kesalahan nominal berikutnya semisal ingin mentransfer 1.053.500 rupiah. Namun yang tertransfer adalah 1.530.500 rupiah. Kesalahan ini sering sekali terjadi. Oleh sebab itu, pastikan tidak terburu-buru saat melakukan transfer dengan mobile banking. Lakukan pengecekan secara teliti.
  • Tidak Memeriksa Nomor Rekening dan Nama Penerima

    Kesalahan memasukkan nomor rekening saat hendak mentrasfer uang kerap terjadi. Terutama saat terburu-buru. Celakanya, saat kita tidak memperhatikan nama penerima rekening, maka otomatis uang akan tertransfer pada orang yang tidak seharusnya.

    Memang kita bisa meminta bank untuk membatalkan transaksi tersebut. Sayangnya hal ini cukup merepotkan dan pengembalian dana tidak bisa dilakukan jika penerima telah sempat mencairkan dan menggunakan uang tersebut. Kesalahan ini bisa dihindari dengan selalu menteliti nomor rekening penerima dan menteliti nama penerima.
  • Langsung Mengantongi HP Setelah Buka Mobile Banking

    Memang transaksi hanya bisa terjadi jika kalian memasukkan PIN. Namun kerap terjadi aplikasi yang memasukkan PIN sendiri saat seseorang langsung memasukkan HP nya kedalam saku baju atau celana dalam keadaan sedang membuka aplikasi mobile banking.

    Karena HP begitu sensitif, gerakan di dalam saku baju mungkin dianggap sebagai kalian mengklik aplikasi mobile banking. Ketika aplikasi terbuka, aplikasi akan meminta kalian memasukkan pin. Gerakan hp di dalam kantong baju atau celana tanpa kalian sadar ternyata sekaligus memasukkan angka ke dalam kotak pin mobile banking kalian. Ya, tanpa kalian sadari HP sedang memasukkan pin akses mobile banking secara asal.

    Akibatnya, aplikasi mobile banking akan menganggap kalian salah memasukkan password lebih dari jumlah yang ditentukan. Aplikasi akan terblokir dan tentunya akan merepotkan kalian, apalagi jika ada transaksi yang harus segera dilakukan.
  • Tidak Mempelajari Modus-Modus Scamming

    Sebagai pengguna mobile banking, sangat penting bagi kalian untuk mengetahui modus-modus yang biasa dilakukan para penipu terhadap para pengguna mobile banking. Dengan demikian, ketika ada modus penipuan yang terjadi, kalian dapat dengan mudah mengetahui bahwa hal tersebut adalah penipuan.

    Modus yang kerap dilakukan misalnya dengan membuat halaman web yang nampak seperti halaman web bank kalian menyimpan uang. Web tersebut meminta kalian memasukkan kode akses dan data-data penting mobile banking kalian. Ketika kalian memasukkan data-data tersebut, secara otomatis penipu akan mendapatkannya dan segera menggunakannya untuk mengambil alih mobile banking kalian.

Demikianlah beberapa kesalahan dalam menggunakan mobile banking yang kerap terjadi. Semoga dengan mengetahui hal ini, kesalahan-kesalahan ini tidak akan terjadi pada kita semua.