Tips & Info

Beberapa informasi dan tips menarik selalu kami sajikan untuk memenuhi kebutuhan Anda akan keuangan termasuk transaksi keuangan di dalamnya.

Bunga KPR Melambung, Perlukah Pindah Bank?

Bagi Anda yang mempunyai pinjaman kredit pemilikan rumah (KPR) kenaikan bunga bank bisa jadi masalah tersendiri. Meski dalam persen angka terhitung kecil, tetapi kenaikan cicilan cukup signifikan. Jika dikalkulasi dengan naiknya barang-barang konsumsi, tentu akan memengaruhi cash flow Anda. Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Ada beberapa jalan agar kenaikan beban cicilan bisa sedikit ringan. Pilihan pertama adalah bernegosiasi bunga kredit dengan pihak bank. Namun, di tengah situasi di mana hampir semua bunga kredit melejit, Anda harus siap kecewa jika permohonan tersebut tidak diluluskan oleh bank.
Opsi kedua adalah menjajaki pilihan pengalihan KPR ke bank lain alias take over KPR. Pengalihan KPR ke bank lain bisa menjadi pilihan bagi nasabah yang berharap mendapatkan bunga KPR lebih rendah. Kadang cara ini juga dipilih ketika orang butuh dana segar untuk renovasi, atau karena ada penurunan penghasilan.
Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menempuh opsi pengalihan KPR. Selain mungkin mendapatkan bunga kredit lebih rendah di bank baru, Anda juga bisa memperoleh plafon hutang lebih besar.
Namun, jangan tergesa memutuskan untuk take over KPR ketika terkena kenaikan bunga kredit. Lihat dulu kebutuhan, apakah Anda sungguh-sungguh butuh melakukan take over KPR .Ini lebih karena pengalihan KPR ke bank baru tidaklah gratis. Ada biaya-biaya yang harus Anda tanggung ketika menempuh pilihan tersebut.
Hitung cermat, jangan sampai pindah ke bank baru malah beban yang harus Anda tanggung lebih mahal. Anda juga harus membayar biaya penalti akibat pelunasan KPR lebih cepat yang dikenakan oleh bank asal.
Coba bandingkan untung rugi take over KPR dengan memperhitungkan cara-cara di atas. Jika di rasa lebih menguntungkan, Anda bisa memilih opsi pindah bank saat terkena kenaikan bunga kredit KPR.