Tips & Info

Beberapa informasi dan tips menarik selalu kami sajikan untuk memenuhi kebutuhan Anda akan keuangan termasuk transaksi keuangan di dalamnya.

Ini Dia Investasi Bagi Pemula yang Tengah Naik Daun

Semakin hari kian banyak instrumen alternatif dalam berinvestasi, mulai dari yang bermodal miliaran hingga ratusan ribu rupiah saja. Bagi Anda pemula di bidang investasi, tentu modal yang terjangkau cukup menarik untuk dicoba. Selain tidak merusak cash flow, risiko investasi dengan modal terjangkau relatif lebih kecil.
Reksadana adalah salah satu jenis investasi yang layak Anda coba. Reksadana adalah wadah menghimpun dana masyarakat untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi (MI). Instrumen ini cocok untuk investor pemula karena MI yang berperan aktif meracik portofolio investasinya sehingga membuahkan imbal hasil (return) sesuai kebutuhan dan tingkat risiko si investor.
Untuk mendapatkan produk reksadana ada tiga jalur. Pertama, membeli di perusahaan MI yang membuat sekaligus meracik produk reksadana tersebut. Kedua, melalui bank yang menjadi agen penjual reksadana. Ketiga, melalui perusahaan asuransi atau bank (bancassurance) yang menawarkan produk unitlink. Berkembangnya dunia digital juga memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi pembelian reksadana secara online. Beberapa MI di Indonesia sudah memiliki layanan tersebut.
Setiap kanal tersebut tentu punya nilai positif dan negatif. Jika membeli melalui MI, investor mendapat informasi produk itu secara detail namun jenis-jenis produknya terbatas. Kondisi sebaliknya berlaku jika membeli reksadana via bank. Kelebihan lain bank adalah jangkauannya luas sehingga memudahkan investor saat membeli atau bertransaksi reksadana.
Sulitkah syarat untuk memiliki produk reksadana? Ternyata tidak. Untuk membeli produk reksadana melalui MI atau bank cukup mudah. Calon investor mengisi formulir pembukaan rekening disertai dokumen data diri. Lalu, menyetorkan dana ke rekening bank yang dipilih dan memberikan bukti transfer.
Selanjutnya, investor bisa menambah dananya (top up) melalui transfer bank dan mengirimkan bukti transfer kepada MI. Bahkan, di beberapa bank, ada layanan auto-invest yaitu dana investasi didebit secara otomatis (autodebit) dari rekening investor setiap bulan.
Selain modal terjangkau, yang membuat reksadana semakin populer adalah imbal hasilnya yang tergolong tinggi. Untuk reksadana yang memiliki profil risiko agresif, imbal hasilnya bisa mencapai 52% per tahun. Sedangkan reksadana dengan profil risiko konservatif, imbal hasil investasi bisa mencapai 30%. Nah, tertarikkah Anda?