Tips & Info

Beberapa informasi dan tips menarik selalu kami sajikan untuk memenuhi kebutuhan Anda akan keuangan termasuk transaksi keuangan di dalamnya.

Begini Cara Mengelola Hutang Bank Agar Keuangan Tetap Terjaga

Cara Mengelola Hutang, TIps Mengelola Hutang, Trik Mengelola Hutang, Strategi Mengelola Hutang, Mengelola Hutang Bank, Bagaimana Mengelola Hutang, Cerdas Mengelola Hutang, Mengelola Uang Utang, Mengelola Utang Piutang, Mengelola Utang Usaha

 

 

 

Meski bagi sebagian orang berhutang adalah tabu, namun kadang kita tidak bisa menghindarinya. Entah karena kebutuhan yang mendesak atau tengah merencanakan memiliki sesuatu, berhutang bisa menjadi salah satu cara yang harus ditempuh. Baik sebelum maupun sesudah berhutang, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar hutang tersebut tidak mengganggu cash flow keuangan kita sehari-hari. Berikut beberapa tips dan trik  hal yang bisa Anda lakukan dalam mengelola utang!

Kenali definisi hutang

Hutang tetaplah hutang, dan bagaimanapun kondisi Anda, wajib mengembalikan hutang tersebut. Di sisi lain, akses dalam berhutang semakin mudah kita temui. Setiap hari bahkan mungkin setiap jam, telemarketing bank tertentu menawari kita dana pinjaman. Belum lagi toko-toko yang mempermudah kita membawa pulang barang tanpa harus keluar uang cash. Biasanya kesalahan yang terjadi pada orang yang agresif berhutang adalah mereka kurang menimbang risiko-risikonya. Baik dari risiko bunga maupun risiko kesinambungan sumber penghasilan yang digunakan untuk membayar hutang. Untuk itu, selain Anda harus menyiapkan dana untuk mengembalikan atau mencicil hutang, sebaiknya analisa juga sumber penghasilan Anda sekarang dan di masa yang akan datang.

Teliti jenis-jenis hutang

Menurut penggunaannya, hutang bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu hutang produktif dan hutang konsumtif. Hutang produktif adalah hutang yang kita gunakan untuk membeli aset produktif. Aset produktif, yakni aset yang nilainya terus meningkat atau menghasilkan nilai yang lebih besar dari cicilan hutang. Termasuk di sini adalah kredit pemilikan rumah (KPR), kredit investasi, atau kredit modal kerja. Sebaliknya, segala jenis hutang yang kita manfaatkan untuk membeli aset konsumtif dinamakan hutang konsumtif. Misal, kartu kredit untuk belanja barang di mal atau makan di restoran. Sebisa mungkin, jika Anda harus berhutang, pilihlah jenis hutang produktif.

Bandingkan manfaat dan kerugian

Apakah manfaat dari berhutang itu lebih besar dibandingkan dengan biaya yang timbul akibat hutang itu? Jika lebih besar biaya dibanding manfaat, maka Anda perlu segera melunasi hutang tersebut. Hutang-hutang konsumtif ada baiknya terlebih dahulu dibereskan. Sedangkan, hutang produktif bisa Anda periksa lagi biayanya. Jika memang memungkinkan, melunasi hutang lebih cepat bisa menjadi langkah positif bagi keuangan Anda.

Lunasi segera

Apa yang kita lakukan jika sudah terlanjur banyak hutang dan kesulitan dalam mengelolanya? Coba Anda inventaris lagi semua hutang yang Anda miliki, termasuk hutang kepada keluarga dan rekan. Adapun untuk hutang kepada lembaga keuangan, pastikan lagi berapa besar bunga kredit dan sudah berapa lama Anda menunggak cicilan. Mulailah dari hutang yang berbiaya paling besar. Hitung biaya hutang mulai dari bunga, denda keterlambatan, biaya administrasi kredit, juga skema hitungan bunganya. Dari sana Anda bisa membandingkan mana hutang yang paling murah dan mana yang paling mahal. Selanjutnya, usahakan untuk membayar hutang Anda di atas cicilan minimum. Tujuannya, supaya pelunasan bisa lebih cepat. Jika memang mendesak, jual saja sebagian aset Anda untuk melunasi hutang-hutang.